Selasa, 26 Maret 2019

Riset: Orang Indonesia Belanja Daring Tapi Bayar Lewat ATM | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

MAHIR, + 62 813 – 9864 – 6177, Riset: Orang Indonesia Belanja Daring Tapi Bayar Lewat ATM

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta



Riset: Orang Indonesia Belanja Daring Tapi Bayar Lewat ATM - Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar Ipsos menunjukkan masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir manual untuk pembayaran saat transaksi belanja daring. Ipsos mencatat 26 persen responden lebih mengandalkan metode pembayaran transfer ATM saat belanja online.



Managing director Ipsos Suprapto Tan mengatakan temuan ini patut disoroti, pasalnya meski melakukan transaksi digital namun sistem pembayarannya masih kuno.

"Yang menarik di sini walaupun secara pertumbuhan e-commerce tumbuh triple digit dalam lima tahun, tapi konsumen pola pikirnya (pembayaran) masih konservatif," kata Suprapto dalam acara bertajuk "E-Commerce 4.0 - What's Next", di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Kendati demikian, Ipsos mencatat saat ini baru 19 persen responden yang melakukan pembayran melalui mobile banking. Sementara itu15 persen membayar melalui saluran pembayaran melalui supermarket.
"Mereka bayar di Indomaret atau Alfamart. Kami sebut ini over the counter. Ada15 persen," ucapnya.

Survei ini dilakukan kepada seribu responden melalui online panel Ipsos pada 27 Desember 2018 hingga 11 Januari 2019. Responden merupakan orang-orang yang kerap melakukan belanja online.

Kunjungi : www.konsultan.co

Cari cara beralih ke opsi pembayaran online

Dalam kesempatan yang sama, pengamat ekonomi  Yustinus Prastowo mengatakan minimnya penggunaan pembayaran online merupakan hal yang cukup ironis di era digital.
Fenomena ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mencari cara bagaimana agar masyarakat mulai memanfaatkan internet dalam melakukan pembayaran.

Kunjungi : konsultanbisnis.id

Yustinus menjelaskan pemerintah harus bisa membangun infrastruktur gerbang pembayaran yang mumpuni agar mau dan bisa melakukan pembayaran online dengan mudah.

"Ada infrastruktur payment gateway, ternyata Bank Indonesia juga struggle siapkan payment gateway. Ironis sudah belanja online bayarnya masih transfer karena tidak ada platform. Nah ini tantangan bagi pemerintah," tutur Yustinus.

Baca juga : Gelombang Busana 'Hijrah' Perempuan Modern ala Si.Se.Sa

sumber : CNN Indonesia


Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Senin, 25 Maret 2019

Gelombang Busana 'Hijrah' Perempuan Modern ala Si.Se.Sa | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

TERNAMA, + 62 813 – 9864 – 6177, Gelombang Busana 'Hijrah' Perempuan Modern ala Si.Se.Sa

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta




Gelombang Busana 'Hijrah' Perempuan Modern ala Si.Se.Sa - Gelombang hijrah semakin meriah. Tak cuma urusan perubahan sikap, tapi hijrah juga merasuk ke dalam pilihan berpakaian.



Kiwari, fenomena hijrah dengan mengenakan hijab dan busana tertutup kian diminati. Fenomena itulah yang membuat label si.se.sa mempresentasikan koleksi teranyarnya bertajuk "The Journey".

The Journey berarti perjalanan atau hijrah. Mengambil ide hijrah, label kolaborasi desainer kakak beradik ini menyuguhkan busana yang sesuai dengan kaidah agama Islam, tapi tetap gaya dan modis. Tiga bersaudara Siris Tentani, Senaz Nasansia, dan Sansa Enandera ini meracik ragam pilihan busana syar'i untuk perempuan modern yang kian disibukkan dengan ragam aktivitas.

Kunjungi : www.konsultan.co

Dalam peragaan tahunan kali keempatnya, si.se.sa menghadirkan 80 tampilan busana dari koleksi "The Journey". Koleksi itu terbagi ke dalam sembilan pilihan aktivitas. Busana ini dapat dikenakan sesuai kegiatan dan tentu saja, selera.

"Kami berharap, koleksi kami dapat menjadi dorongan agar istikamah dalam mengenakan pakaian tertutup. Bagi mereka yang baru, menjadi tambah mantap berhijab. Bagi yang sudah lama berhijab, akan mendapat tawaran baru untuk tampil kian bergaya," kata Creative Director si.se.sa Sansa Enandera, dalam konferensi pers saat peragaan busana di The Tribrata, Jakarta, Selasa (19/3).

Sesuai dengan ketentuan Islam, busana syar'i mesti memiliki potongan yang longgar, tertutup, dan tidak tembus pandang. Busana itu dipadukan dengan jilbab panjang atau khimar yang juga mesti menutupi bagian dada.

 Kunjungi : konsultanbisnis.id

Pada koleksi ready-to-wear, si.se.sa memberikan pilihan gaya yang dinamis dari bahan ringan macam sifon, jersey, dan crepe. Koleksi ini didominasi warna pastel yang senada seperti oranye, biru, merah muda, dan cokelat muda. Potongan khimar diberi kreasi dan detail yang lebih kekinian.

Peragaan busana si.se.sa kini berganti pada seperangkat alat salat. Koleksi anyar yang baru diperkenalkan pada peragaan kali ini, menampilkan mukena berbahan halus yang diberikan frills lengkap dengan sajadah. Delapan set mukena yang dipamerkan memiliki corak, aksen, serta renda yang variatif.

Selain salat, label ini juga merancang busana khusus untuk ibadah umrah dan haji. Untuk aktivitas ibadah yang panjang ini, si.se.sa menawarkan busana bergaya boxy dan lurus agar lebih praktis. Khimar pun dibuat khusus berkaret agar dapat langsung diselubungkan, tapi tetap nyaman dan rapi.


Sekuen berikutnya, si.se.sa menghadirkan busana syar'i untuk berolahraga. Kali ini, inspirasi datang dari arena balap mobil. Corak khas F1 seperti bendera hitam putih saat balapan dimulai, beragam emblem, dengan bis garis yang timbul mendominasi koleksi olahraga ini. Khimar pun dibuat dengan potongan pada bahu agar tangan leluasa bergerak.

Koleksi pun beralih pada gaya streetwear. Busana ini dibubuhkan di atas kain denim, kaus, dan rajut. Terusan lurus, sweater, dan ritsleting bukaan depan menghiasi koleksi ini.
Untuk pilihan acara yang lebih glamor, si.se.sa menawarkan koleksi tulle, black diamond, couture, dan kebaya. Koleksi tulle, tentu saja dibubuhi dengan kain tulle yang diolah dengan anggun dan mewah. Gaun kembang dan juga ber-layer jadi ciri khas koleksi ini.

Pada black diamond, gaun hitam longgar dibuat dengan bermacam gaya. Agar tak monoton, gaun hitam itu dibubuhkan kristal Swarovski yang menyala-nyala agar terlihat semakin mewah.
Tiga busana couture khas gala semakin memeriahkan suasana. Pada koleksi ini, khimar dipadukan detail permainan pada bagian lengan dengan gaun bergaya ball gown.


Untuk pertama kalinya pula si.se.sa menghadirkan kebaya syar'i yang terdiri dari padanan kain batik dengan khimar. Kebaya kutubaru dibuat dengan potongan panjang dan longgar. Bahan brokat, beludru dengan siluet A-line dan batik motif parang mengisi kebaya syar'i ini.

Selain busana, si.se.sa juga menghadirkan koleksi tas tangan premium yang dibuat langsung di Italia. Tas ini terbuat dari kulit asli dengan empat model yang masing-masing terdiri dalam enam warna yakni hitam, biru dongker, abu-abu, ungu, beige, dan peach.
Baca Juga : Apa saja tips mempertahankan pelanggan?


Sumber : CNN Indonesia


Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Sosok Inspiratif, Dea Valencia Pengusaha Muda Pemilik Batik Kultur | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

TERNAMA, + 62 813 – 9864 – 6177, Sosok Inspiratif, Dea Valencia Pengusaha Muda Pemilik Batik Kultur

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta




Sosok Inspiratif, Dea Valencia Pengusaha Muda Pemilik Batik Kultur - Dea Valencia adalah pengusaha muda sekaligus pendiri Batik Kultur. Perempuan kelahiran Semarang, 14 Februari 1994 ini mengawali perjalanannya dengan berdagang Batik Lawas milik ibunya. Sejak kecil, Dea memang sudah dikenalkan dengan Batik.



Dea mengerti betul tentang proses pembuatan Batik Tulis dari hulu ke hilir. Berawal dari satu orang penjahit di sudut rumahnya, kisah Batik Kultur dimulai.

"Semua ini aku mulai dari membantu mama menjual koleksi Batik yang kebanyakan adalah Batik Lawas. Saat itu dalam bentuk kain, sambil berjualan juga sambil mempelajari," kata Dea Valencia saat Grand Opening Batik Kultur di Kaca Coffe and Eatry, Jakarta, Sabtu 23 Maret 2019.

Tidak hanya dari berjualan Batik, ia kerap membaca buku yang berkaitan dengan Batik. Sejak itulah, ia mulai jatuh cinta pada Batik dan muncul ide untuk berjualan baju dari Batik Lawasan.

Kunjungi :  www.konsultan.co

Batik Kultur bermula dari keinginan Dea memiliki baju cantik seperti yang ia mau. Meskipun tidak bisa beli baju yang ia inginkan, Dea terpikir untuk mengunting-gunting Batik Lawas dan kemudian dijahit dengan model yang diinginkan.

Berawal dari satu orang penjahit di sudut rumahnya, kisah Batik Kultur dimulai. Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur. Karena tak bisa menggambar, Dea mengandalkan imajinasi lalu ditransfer ke seorang juru gambar kepercayaannya.

"Saya tidak ingin menjual barang yang saya sendiri tak suka," tambahnya. Hal ini pula yang menjadi rahasia sukses Batik Kultur di tangan Dea Valencia.

Batik Kultur mendapat respons yang luar biasa dari pemasaran digital yang memang marak dalam beberapa tahun terakhir. Dea Valencia mengakui, kesuksesan Batik Kultur tak lepas dari peran media sosial seperti Facebook dan Instagram.

 Kunjungi :  konsultanbisnsi.id

Di usia yang terbilang sangat muda, Dea sudah bisa meraih omzet ratusan juta dalam satu bulan. Namun, kesuksesannya tidak diraih dalam sekejap mata. Semua berkat ketekunan dan kerja keras dalam menggeluti usaha yang dijalani.

Anak dari pasangan Ariyani Utoyo dan Iskiworo Budiarto ini tidak bekerja sendiri di dalam mengembangkan usaha batiknya. Ia dibantu dan didukung penuh oleh ibunya.

Ia juga dibantu oleh beberapa karyawan, yang hebatnya adalah para penyandang disabilitas yang memiliki semangat dan kerja keras dalam membantu mengangkat Batik Kultur. Hingga kini, sekitar 120 orang karyawan termasuk 50 orang pekerja penyandang disabilitas berada di balik label Batik Kultur.


Soal mempekerjakan karyawan penyandang disabilitas, Dea memiliki alasan tersendiri. "Aku ingin memberikan mereka kesempatan untuk memberikan kontribusinya di balik perbedaan mereka. Ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil seperti ketekunan dan semangat untuk belajar," ujar perempuan berusia 25 tahun ini.

Ternyata Dea Valencia memasuki dunia perkuliahan saat ia masih berumur 15 tahun dan sudah meraih gelar sarjana di usia 19 tahun. Dea menjelaskan yang memotivasi awal untuk berjualan Batik adalah hanya ingin mencari uang sendiri dengan hasil penjualan Batik.

"Ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, dan akhirnya sampai sekarang belum kesampaian dan melanjutkan bisnis batik ini," jelas Dea


Sumber : Liputan 6



Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri




Jumat, 22 Maret 2019

Bisnis Ritel Ditargetkan Tumbuh 12 Persen pada Tahun Politik | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

MAHIR, +62 813 - 9864 – 6177, Bisnis Ritel Ditargetkan Tumbuh 12 Persen pada Tahun Politik

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta



Bisnis Ritel Ditargetkan Tumbuh 12 Persen pada Tahun Politik - Bisnis ritel ditargetkan mampu tumbuh hingga 12 persen di 2019. Namun syaratnya, kondisi dalam negeri terjaga dengan baik meski memasuki tahun politik dengan digelarnya pemilihan presiden (Pilpres).



Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, pada 2018, industri ritel diperkirakan tumbuh 10 persen. Sehingga pada tahun ini diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, yaitu 11 persen-12 persen.

"Kita harapkan bisa meningkat di angka 11 persen-12 persen," ujar dia di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Dia menjelaskan, salah satu faktor pendorong dari pertumbuhan ritel di tahun ini yaitu kenaikan dana desa dan adanya dana kelurahan yang dialokasikan pemerintah pusat ke daerah. Dana ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan daya beli masyarakat.

 Kunjungi : www.konsultan.co

"Kita harapkan bisa lebih baik karena dana desa ditingkatkan dari Rp 60 triliun menjadi Rp 73 triliun. Kemudian ada dana kelurahan. Itu diharapkan signifikan memberikan produktivitas bagi masyarakat," kata dia.

Selain itu, lanjut Roy, pertumbuhan ritel di tahun ini juga akan didorong oleh penyelenggaraan Pemilu. Namun Pemilu tersebut harus berlangsung dengan kondusif agar masyarakat tidak menahan konsumsinya di tahun politik ini.

"Kemudian ada pesta demokrasi dengan Pemilu, itu juga akan meningkatkan konsumsi, pemakaian baju, seragam dan makanan minuman. Namun yang penting adalah kestabilan politik. Ketika Pemilu berjalan baik maka kepercayaan konsumen, investor, pelaku usaha terjaga. Sehingga mendongkrak kepada pertumbuhan yang lebih baik lagi," tandas dia.

Kunjungi : konsultanbisnis.id

Ritel Tradisional Masih Jadi Tempat Favorit Warga Berbelanja
Pemerintah dan sektor swasta diminta untuk mendukung pengembangan ritel tradisional seperti toko kelontong. Sebab sektor ini dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute, Agung Pambudhi mengatakan,‎ hingga saat ini industri ritel khususnya ritel tradisional, masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Meski pun ritel tradisional harus bersaing dengan industri ritel modern yang terus tumbuh.

"Hingga kini toko tradisional masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara ritel tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan," ujar dia di Jakarta, Jumat (23/11/2018).‎


Agung menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menyebutkan jika sektor ritel memiliki kontribusi 15,24 persen terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81 persen dari tenaga kerja non-pertanian. Selain itu, distribusi toko ritel Indonesia pada 2017 masih didominasi oleh toko tradisional sebesar 82,3 persen.

"Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko ritel tradisional yang dinilai lebih efektif," ungkap dia.

Saat ini sejumlah peritel tradisional maupun UKM telah mampu meningkatkan penjualan dan keuntungannya karena telah mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem ritel modern skala terbatas, seperti penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana. Namun dukungan tersebut harus terus ditingkatkan agar lebih banyak ritel tradisional yang bisa naik kelas.

‎"Besarnya potensi ritel tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha," ungkap dia.

Baca Juga : 4 Tips untuk Mempertahankan Pelanggan, Apa Saja?

sumber : Liputan 6


Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Kamis, 21 Maret 2019

Sektor Ritel Masih Tertekan pada 2019, Ini Pemicunya | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

MAHIR, +62 813 - 9864 – 6177, Sektor Ritel Masih Tertekan pada 2019, Ini Pemicunya

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta



Sektor Ritel Masih Tertekan pada 2019, Ini Pemicunya - Industri ritel diprediksi masih tertekan ke depan. Hal itu didorong dari sejumlah faktor, salah satunya konsumsi rumah tangga.



Untuk mengatasi tekanan, sejumlah perusahaan ritel memiliki strategi dengan efisiensi, seperti menutup gerai dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satunya baru-baru ini dilakukan PT Hero Supermarket Tbk dengan menutup 26 gerai dan PHK 532 karyawan pada 2018.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan, hal tersebut masih akan berlanjut pada 2019 lantaran banyak faktor yang melatarbelakanginya.
Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adinegara menilai, gejolak sektor bisnis ritel pada 2018 disebabkan karena pertumbuhan konsumsi rumah tangga terbilang stagnan.

Kunjungi :  www.konsultan.co

"Retail masih tumbuh rendah tahun 2018 kemarin, karena pertumbuhan konsumsi rumah tangga enggak naik signifikan, rata-rata stagnan di 5 persen," ujar dia kepada Liputan6.com, Selasa (15/1/2019).

Merujuk catatan pada kasus Hero Supermarket, ia melihat ada penurunan penjualan di bidang makanan hingga 6 persen. Ia menuturkan, itu merupakan indikator adanya perlambatan konsumsi rumah tangga.

Akibatnya, dia menghitung hingga sejauh ini ada sekitar lima ritel yang menutup usahanya. Antara lain 7 Eleven (Sevel), gerai Matahari di Pasaraya Blok Mahakam dan Manggarai, Lotus, Debenhams, dan GAP.

"Sementara yang mengurangi gerai ada Hero Group dan MAP," ia menambahkan.

Bhima pun memperkirakan, gelombang penutupan ritel ini tetap akan berlanjut pada 2019 selama konsumsi rumah tangga dan daya beli melemah. "Kondisi makro memang mulai pulih, tapi sangat lambat," tegas dia.

Faktor lainnya, ia menyebutkan, harga komoditas perkebunan yang rontok juga bakal mempengaruhi daya beli masyarakat, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Kunjungi : konsultanbisnis.id

Selain itu, dia memandang masyarakat masih banyak yang menahan diri untuk belanja meskipun inflasi hanya menyentuh 3,1 persen. "Ada pemilu juga yang bikin masyarakat khawatir gaduh. Ini terutama kondisi kelas menengah perkotaan," ia menambahkan.

Dia juga turut menyoroti faktor bunga kredit yang semakin mahal. Hal itu membuat masyarakat berpikir berulang kali untuk berbelanja dengan kartu kredit.

"Belum cicilan rumah dan kendaraan bermotor jadi naik. Alokasi untuk beli kebutuhan pokok di supermarket berkurang," ujar dia.
Pengusaha Ritel Harus Inovatif
Sebelumnya, industri ritel di Indonesia kini tengah disoroti. Mulai dari Hero Supermarket yang resmi menutup 26 toko ritelnya, Neo Central Soho juga dikabarkan dalam waktu dekat akan meniru langkah yang sama untuk menutup gerai.

Vice President Corporate Communications Transmart Carrefour, Satria Hamid mengatakan, pasar industri ritel memang dihadapkan pada situasi sulit. Meski begitu, industri ritel offline bukan berarti padam.

"Tak bisa dipungkiri perubahan penetrasi dari bisnis ritel online sudah marak masuk ke Indonesia. Fenomena ini sudah terasa sejak 10 tahun silam makanya kita antisipasi dan me-remodeling bisnis kami yang dulu carefour menjadi transmart," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 15 Januari 2019.

Satria menuturkan, pentingnya untuk terus mengamati perubahan pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Kata dia, hal ini merupakan kunci bagi bisnis ritel untuk bisa bertahan.

"Kita industri retail harus lihat kebutuhan konsumen, kreatif, dan juga inovatif. Jadi industri retail offline belum bisa dikatakan padam sejauh bisa mencoba memenuhi kebutuhan konsumen. Karena online sendiri menurut saya hanya diversifikasi pasar saja," ujar dia.

Oleh karena itu, dia menganjurkan agar ritel-ritel di Indonesia dapat terus beradaptasi dengan perkembangan yang terus berubah. Termasuk dalam memposisikan toko ritel masing-masing di masyarakat.

"Untuk industri ritel jangan pernah putus asa. Yang offline harus bisa beradaptasi dan menekankan jati diri toko ritel kita itu dimana posisinya. Memang harus mewarkan ide-ide yang out of the box" imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi dan Media Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menuturkan, sudah saatnya bagi industri ritel masuk ke dalam bisnis digital (e-commerce).


Menurut dia, perubahan penetrasi bisnis dari offline ke online penting guna memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin ingin efisien dari waktu ke waktu.

"Ya jadi memang sudah saatnya, atau lebih tepat peritel memiliki online store," kata dia.

Sejak 2017, industri ritel alami tekanan hingga akhirnya menutup gerai. Sejumlah ritel yang tutup gerai antara lain 7 Eleven (Sevel) yang tutup pada 30 Juni 2017, selain itu Matahari menutup gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai, serta mal Taman Anggrek.

Kemudian PT Mitra Adiperkasa Tbk menutup gerai Lotus yang berada di lima lokasi pada Oktober. Lotus dioperasikan oleh PT Java Retailindo yang sahamnya 100 persen dimiliki PT Mitra Adiperkasa Tbk.

Tak hanya Lotus, Perseroan juga menutup Debenhams yang berada di Senayan Citu, Kemang Village dan Supermall Karawaci.
Baca Juga : Perusahaan Fintech Ini Tawarkan Bunga Pinjaman 0 Persen untuk Usaha Mikro

Sumber : liputan 6


Industri yang kami layani :

>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Rabu, 20 Maret 2019

Respons Sri Mulyani tentang Kantong Plastik Berbayar Diterapkan | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

AHLINYA, +62 813 - 9864 – 6177, Respons Sri Mulyani tentang Kantong Plastik Berbayar Diterapkan

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta



Kantong Plastik Berbayar Diterapkan, Ini Respons Sri Mulyani - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali angkat suara terkait penggunaan kantong plastik belanja berbayar yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).



Dia menuturkan, inisiatif yang dilakukan Aprindo cukup tepat, mengingat sampah plastik masih menjadi persoalan serius untuk dibenahi.

"Kami lihat dari berbagai instansi maupun pemerintah daerah inisiatif dari policy mereka. Nanti akan kita adjust kebijakan fiskalnya ," kata Sri Mulyani saat ditemui di Jakarta, seperti ditulis Kamis (7/3/2019).

Sri Mulyani mengatakan, saat ini masyarakat juga semakin sadar persoalan sampah plastik berdampak pada lingkungan apabila tidak diatasi secara serius. Oleh karena itu, pemerintah juga akan mendukung kebijakan ini melalui kebijakan fiskal.
Kunjungi :  www.konsultan.co

"Nanti kita akan lihat dari sisi fiskalnya untuk menopang inisiatif baik dari manajemen sampah, dari sisi ekonomi maupun kebijakan pemerintah daerah yang akan menggunakan non palstik atau renewable," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I), Puput TD Putra, menyambut baik atas inisiasi yang dilakukan Aprindo untuk kembali gunakan kantong plastik berbayar. Namun, upaya tersebut juga mestinya harus diperkuat oleh aturan pemerintah.

"Kalau mau di terapkan Kantong Plastik Berbayar, saya melihatnya harus ada Peraturaan Menteri atau Keputusan Menteri Bersama. Baik lewat Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," kata Puput saat dihubungi merdeka.com, Jumat 1 Maret 2019.
Kunjungi :   konsultanbisnis.id

Puput mengatakan, untuk mendorong penggunaan plastik berbayar memang membutuhkan campur tangan dari pemerintah. Artinya, harus ada aturan yang jelas dari pemerintah pusat. Sebab berkaca pada tahun lalu program yang dicanangkan ini pun sempat tidak berjalan.

"Bisa jadi ini akan terulang, jadi program gagal seperti program plastik berbayar tahap awal lalu dan tidak jelas pertangung jawabannya dan tidak transparasi peruntukan pemanfaatan dana hasil penjualannya," kata Puput.


Sumber : Liputan 6 


Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Selasa, 19 Maret 2019

Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

TERNAMA, +62 813 - 9864 – 6177, Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture

Konsultan, Konsultan Ritel, Manajemen Konsultan Indonesia, Konsultan Bisnis Ritel, Usaha Diera Digital, Strategi Bisnis Di Era Digital, Bisnis Di Era Digital, Konsultan Bisnis di Sidoarjo, Konsultan Bisnis di Surabaya, Konsultan Bisnis di Malang, Bisnis Jakarta 2018, Konsultan Bisnis Jakarta, Bisnis di Jakarta, Konsultan Manajemen Jakarta, Manajemen Bisnis Jakarta, Konsultan Manajemen di Jakarta



Serba-serbi Dunia Fesyen Haute Couture - Paris Couture Week dimulai pada Senin (21/01). Ajang fesyen ini diadakan dua kali setahun, yakni pada Januari untuk koleksi musim semi/panas dan bulan Juli untuk koleksi musim gugur/dingin, couture week menampilkan koleksi-koleksi haute couture yang eksklusif.

Lifestyle Okezone


Ajang fesyen couture week berbeda dengan pekan mode pada umumnya. Banyak orang bertanya-tanya tentang apa itu couture. Tak dimungkiri, couture fashion memang penuh dengan misteri yang membingungkan.

Apa definisi haute couture? Dan apa bedanya dengan couture?

Haute couture adalah sebuah terminologi yang dikontrol dengan ketat dan dilindungi hukum-hukum di yuridiksi negara Prancis, yang berarti pemakaian label haute couture hanya ditujukan bagi rumah-rumah mode yang diberi izin oleh Kementerian Industri Prancis karena memenuhi standar tinggi, pembuatan pakaian dengan bahan dan teknik terbaik, yang dieksekusi oleh para artisan terlatih. Lokasi pembuatan haute couture hanya ada di Paris.

Couture, yang identik dengan pembuatan pakaian unggul, sering dipakai oleh para desainer yang membuat pakaian sesuai pesanan, dengan proses fitting dan pemilihan detail yang ikut melibatkan klien.

Dalam bahasa Indonesia, haute couture sering diterjemahkan dengan adibusana, meski sebenarnya terjemahan itu lebih cocok untuk kata couture, mengingat haute couture adalah sebuah gelar untuk label. Penggunaan istilah haute couture yang salah kaprah memang sering terjadi, biasanya dengan sengaja menyematkan haute couture meski labelnya belum mendapatkan appellation dari Chambre Syndicale de la Haute Couture.

Haute couture merupakan sebuah "appellation contrôlée", layaknya Champagne (hanya sparkling wine yang dibuat di wilayah Champagne di Prancis-lah yang boleh memakai label Champagne).
Hal ini berarti tak semua desainer dan rumah mode bisa menyematkan label haute couture sebagai bagian dari nama labelnya. Hanya mereka yang memenuhi syarat dan lulus uji dari Prancis yang berhak memakainya.
Kunjungi : www.konsultan.co

Rumah mode mana sajakah yang memproduksi haute couture?

Anggota resmi haute couture direvisi setiap tahun. Untuk kelander resmi Paris Couture Week musim panas 2019, rumah mode besar seperti Chanel, Christian Dior, Givenchy, Jean Paul Gaultier, dan Maison Margiela mungkin adalah rumah mode yang populer, karena selain memproduksi pakaian, rumah mode tersebut ada yang memproduksi lini siap pakai, parfum, hingga lini kosmetik.

Selain mereka, anggota lainnya adalah rumah mode Giambattista Valli, Alexandre Vauthier, Adeline André, Alexis Mabille, Julien Fournié, Franck Sorbier, Schiaparelli, Stéphane Rolland, Maurizio Galante, dan Maison Rabih Kayrouz.

Selain anggota tetap, ada pula anggota koresponden, yakni rumah mode yang berbasis di luar Prancis yang juga ikut dalam pagelaran Paris Couture Week, yakni Versace, Valentino, Fendi Couture, Elie Saab, Viktor&Rolf, Azzedine Alaia, dan Giorgio Armani Privé.

Kategori ketiga, yakni anggota tamu, ditujukan bagi rumah mode yang berada dalam tahap 'uji coba' sebelum mereka mendapatkan apelasi atau label haute couture. Di antaranya adalah Balmain Paris (pertama kali sejak Balmain Couture dibawah arahan Oscar de la Renta tutup di tahun 2002), Ralph&Russo, Guo Pei, Zuhair Murad, Georges Hobeika, Iris van Herpen, dan Ulyana Sergeenko.
Kunjungi : konsultanbisnis.id 

Bagaimana pakaian haute couture dibuat?

Tahap awal yang penting dalam pembuatan haute couture adalah Toile atau prototipe, yakni realisasi tiga dimensi ide pakaian menggunakan muslin atau kain katun polos. Prototipe ini akan dirombak dan disesuaikan hingga sang grand couturier - sebutan untuk desainer haute couture - menyetujui seluruh aspek toile.

Barulah material dipilih, dipotong sesuai pola toile, dan proses lain seperti disulam, dipayet, dilipit, dihiasi dengan bulu, kristal, dan mutiara. Haute couture nyaris seluruhnya dibuat dengan tangan (dalam beberapa kasus, seperti dres ikonik Mondrian karya Yves Saint Laurent di tahun 1965 dibuat dengan mesin jahit), dan setiap detailnya dibuat secara terpisah.

Secara tradisi, ada dua macam atelier yang terlibat, yakni atelier flou (studio yang membuat pakaian dengan siluet ringan seperti dress dan gaun malam) dan atelier tailleur (yang membuat setelan jas, celana panjang, dan mantel). Selain itu ada atelier khusus untuk pemasangan payet (misalnya Maison Lessage), pembuatan lipit atelier pengolahan bulu (plumassier), pembuat sepatu, hingga detail-detail kecil seperti pembuat kancing (buttonier) dan resleting.

Karena kompleksitas dan banyaknya detail dan proses pengepasan yang memakan waktu, setiap potong pakaian haute couture bisa memakan waktu hingga ribuan jam. Pembuatan mantel kuning yang ikonik karya Guo Pei yang dikenakan Rihanna di Met Ball bahkan memakan waktu hingga dua tahun.

Berapa harga baju haute couture? 

Dalam dunia haute couture, harga adalah salah satu dari sedikit topik yang dihindari (selain identitas para pemesan baju haute couture. Para rumah mode terkenal menutup rapat identitas klien mereka). Karena melibatkan keinginan klien, satu potong pakaian bisa memiliki harga berbeda untuk klien yang berbeda, bergantung pada spesifikasi khusus dan ukuran, karena setiap potongnya akan dibuat dari nol.

Terkait harganya sendiri, banyak kabar beredar jika Anda memiliki ukuran layaknya model - artinya tak perlu banyak alterasi- maka harga busana couture-nya bisa 30 persen lebih murah. Secara umum, harga sepasang setelan atau gaun tanpa payet dan hiasan berada di kisaran 30 ribu Euro.

Gaun malam penuh payet atau gaun pengantin bahkan bisa mencapai ratusan ribu Euro. Harga mantel bulu karya Fendi di koleksi haute fourrure dikabarkan mencapai 1 juta Euro.

Diprediksi hanya ada sekitar seribu klien couture yang membeli haute couture di seluruh dunia. Berbeda dengan selebriti yang memakai couture di karpet merah dengan baju-baju pinjaman, para klien couture membayar pakaian mereka, dan kebanyakan tidak suka memesan baju yang sudah dipakai selebriti ataupun untuk pemotretan majalah.

Pakaian couture juga bukan menjadi domain perempuan berusia tertentu. Rumah mode asal Inggris Ralph&Russo membagi kepada CNNIndonesia.com, bahwa klien termuda mereka berusia 6 bulan.

Jika sepotong baju saja bisa semahal itu dan tidak banyak pembelinya, lalu apa relevansinya dan bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan?

Dunia haute couture jauh berbeda dengan dunia fesyen pada umumnya apalagi dengan dunia ritel busana siap pakai. Jangan bicara soal uang dan keuntungan saat bicara soal haute couture.

Haute couture diibaratkan sebuah laboratorium fashion, di mana tidak ada ide yang terlalu gila, terlalu aneh, atau terlalu sulit. Para perancang dan tim bereksperimen dengan material, potongan, siluet, dan kreativitas yang memerlukan waktu dan pertimbangan matang. Banyak ide-ide revolusioner yang muncul dari haute couture.

Chanel menciptakan payet berbahan beton, kayu, dan kertas. Julien Fournié menciptakan sepatu dengan teknologi tiga dimensi printing, lama sebelum desainer lain.

Franck Sorbier menciptakan gaun yang bisa berganti warna berkat penggabungan layar proyektor dan bodice sebuah gaun.

Selain itu, tema-tema show juga bisa meningkatkan perhatian tentang tema-tema sosial seperti iklusivitas (Jean Paul Gaultier), daur ulang (Viktor&Rolf Couture musim dingin 2016/2017), dan restorasi lingkungan hidup (Chanel Couture musim panas 2013).

Haute couture show juga memiliki prestise yang tinggi dan dipublikasikan secara besar-besaran, yang menjadi stategi bisnis yang unik untuk memasarkan produk dari lini siap pakai, parfum, perabotan rumah, dan kosmetik.

Industri fesyen dimulai dengan membangun aspirasi, dan dengan sebuah lipstik atau sebotol parfum, sebuah rumah mode bisa membuat Anda menjadi bagian dari dunia fantasi couture yang mewah.

Karl Lagerfeld, grand couturier brilian dan satu-satunya desainer untuk dua couture rumah mode yakni Chanel dan Fendi, menyimpulkannya dengan dua kalimat, "Haute couture adalah sebuah pulau penuh mimpi dan eskapisme. Ini adalah bentuk tinggi kemewahan yang melampaui fesyen dan melintasi waktu."
Baca Juga : Kemendag Bakal Bentuk Sistem Informasi Perdagangan Terpadu

sumber : CNN Indonesia


Industri yang kami layani :
>>> Retail / Ritel : Segala jenis toko ; Toko Buku, Toko Bangunan, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buah, Toko Obat / Apotik, Baby Shop, Pet Shop, Toko Roti / Bakery, Dll.
>>> Manufacture / Pabrik : Segala Jenis Pabrik ; Pabrik Makanan & Minuman, Pabrik Plastik, Pabrik Kertas, Dll.
>>> Service : Hotel, Restoran, Printing, Cafe, FnB, F & B, Laundry, Wedding, Fashion Design, Barber Shop, Dll.
>>> Start Up : Segala Jenis Industri

Waspada! Posisi Supermarket Terancam Minimarket | Konsultan Bisnis Manajemen

KONSULTAN BABY SHOP MAHIR, +62 813 – 9864 – 6177, Waspada! Posisi Supermarket Terancam Minimarket Konsultan, Konsultan Ritel, Manajeme...