Senin, 19 November 2018

Mengatur Display Untuk Pelanggan | Konsultan Bisnis Manajemen


KONSULTAN BABY SHOP

TERPECAYA, +62 813-9864-6177, MENGATUR DISPLAY UNTUK PELANGGAN


Display Barang Toko, Display Barang, Display Barang Baby Shop, Display di Toko, Display Barang Adalah, Macam – Macam Display Produk, Cara Display Produk Yang Baik, Baby Shop Surabaya, Baby Shop, Baby Shop Sidoarjo, Konsultan Baby Shop Bali, Konsultan Baby Shop Jogja 

MENGATUR DISPLAY UNTUK PELANGGAN - Penataan produk atau yang sering kita kenal dengan istilah display adalah suatu cara penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen. Untuk memperjelas arti dari display tersebut, William J.Shultz, “Display consist of simulating customers attention and interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”. Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung (direct visual appeal). Siapapun yang bergelut didunia usaha , tentu akan melewati pengalaman berharga untuk menggapai kesuksesan. Namun, terkadang kondisi yang dialami pengusaha tidak seindah yang dibayangkan. Jatuh bangun selalu menghiasi perjalanan bisnis pengusaha manapun walaupun tingkat kerugiannya berbeda-beda.

Kesuksesan usaha bisa lebih cepat diraih, jika pebisnis mampu melakukan observasi dan adaptasi dengan cepat terhadap bisnis yang digeluti. Terkadang hal-hal kecil kerap dianggap remeh, padahal secara tidak langsung hal itu akan berpengaruh begitu besar dalam peningkatan omset. Hal remeh itu seperti tampilan pada gerai atau outlet yang merupakan wajah dari usaha Anda. Dimana kesan pertama akan dirasakan oleh konsumen ketika melihat wujud perwajahan toko dari luar hingga tata letak barang yang di pajang di dalam gerai terlihat menarik dan rapih.
Cara Mengatur Display Barang di Toko
Pengaturan display di toko sangat penting sebab akan mempengaruhi mood pembeli , dari yang tak terfikir untuk membeli justru menjadi berhasrat untuk memiliki barang tersebut karena tata letak yang menarik dan tepat.
1.Kategori Produk
Tata letak produk harus sesuai dengan kategorinya sehingga pembeli dapat dengan mudah menemukan produk yang dibutuhkan. Misalnya, untuk produk sabun mandi letakkanlah di satu rak dengan pasta gigi, sikat gigi, lulur, shampo dan produk kebutuhan mandi lainnya.
Jika rak memungkinkan, bisa disiasati dengan letak berurutan dari atas kebawah atau menyamping. Usahakan produk primer seperti sabun menjadi urutan pertama sehingga mudah dijangkau oleh konsumen.
2.Kebersiahn Produk
Sangat berbahaya jika pembeli menemukan produk yang kotor akibat noda atau debu. Hindari hal tersebut, meski penataan produk sudah dirasa sesuai, anda harus tetap menjaga kebersihan produk. Setiap hari tidak ada salahnya melaukan pengecekan barang agar tiak terjadi complain dari konsumen yang datang.
3.Pajang Produk Diskon di Depan
Salah satu daya tarik pembeli mendatangi took adalah karena ingin memburu barang dengan harga diskon. Maka jika gerai anda sednagn menggulirkan promosi potongan harga untuk beberapa produk, pajanglah di bagian depan took atau teras gerai.
Bisa juga diletakkan di balik pintu masuk took, sehingga siapapun pengunjung yang masuk akan melihat produk diskon tersebut. Jangan lupa tambahkan poster bertuliskan harga diskon dengan warna yang mencolok.
4.Musik
Musik menjadi instrument penting sebab, intrumennya bisa membuat mood seseorang menjadi baik dan memancing untuk berbelanja lebih banyak. Putarlah music terkini apapun genrenya sehingga pengunjung akan merasa nyaman saat berbelanja. Apalagi ketika lagu yang disukainya sedang diputar dia akan menunggu dan berleilingh dari rak ke rak hanya untuk mendengar music dan pastinya akan mengambil satu dua produk meskipun menurutnya bukan barang primer.
5.Posisi Rak
Keterbatasan luas took menjadi faktor ketiaknyamanan saat berbelanja. Siapa yang ingin berdesakan saat membeli barang. Maka beri ruang yang luas antara rak satu dengan rak lainnya sehingga konsumen dapat leluasa berlalu-lalang .
6.Pajang Gambar Menarik
Berimprovisasi melalui gambar untuk mempercantik display toko anda adalah hal yang patut dicoba. Ketika memasuki rak yang menjual produk mainan anak-anak, letakkan poster yang bergambar tokoh mainan tersebut sehingga anak akan tertarik mengunjunginya dan merayu orang tuanya untuk membeli.
7.Sediakan Dispenser
Tambahkan display yang sudah mulai digandrungi yaitu mesin pemanas air untu menyeduh kopi bahkan pop mie. Tentu ada saja beberapa pengunjung yang menggunakan fasilitas ini sekedar menunggu rekan atau pasangannya berbelanja.
Adanya display seperti ini membuat pandangan konsumen terhada toko anda semakin baik dan dianggap total saat memanjakan konsumen. Letakkan dispenser di bagian pojok ruangan sehingga tidak mengganggu para costumer yang berbelanja.
8.Jangan sampai ada ruang kosong di rak
Secara psikologis, saya sendiri cenderung men-judge produk di minimarket A tidak lengkap karena banyak barang yang kosong. Jika mindset seperti ini sudah tertanam di pikiran pelanggan anda, maka akan sangat merugikan.

Syarat display yang baik
Di samping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankan aktivitas display, para peritel juga harus memerhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;
A.Display harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadimudah dilihat, mudah dicari dan mudah dijangkau. Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang harus mampu diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif apapun akan sia-sia.
B.Display harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. Barang-barang yang mahal, terutama yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.
C.Display yang dilakukan oleh peritel harus informative dan komunikatif, para peritel dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti standing poster materials yang lain. Display
Pen-display-an yang baik akan mendatangkan hasil yang baik pula. POP merupakan suatu himbauan yang ditujukan kepada pembeli agar timbul keinginan untuk membeli.
a. Brand blocking secara vertikal
Barang blocking secara vertical yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kearah vertikal atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara vertical. Penempatan barang secara vertical berarti menempatkan barang :
1) Dari atas ke bawah secara sistematis
2) Disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
3) Barang disusun berdasarkan ukuran dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
4) Warna barang disusun dari warna muda sampai warna tua atau sebaliknya
5) Harga barang diletakkan dari harga murah ke harga mahal atau sebaliknya
6) Barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, kategori, bentuk dan sifatnya.
Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan de berbagai display, seperti berikut ini :
a) Shelving (rak)
Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari, misalnya pasta gigi, sabun mandi dan sebagainya.
Untuk lebih jelasnya, lihat penataan produk berikut:
Penempatan Produk Secara Vertikal
b) Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang serupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu kotak dan sebagainya.
b. Brand blocking secara horizontal
Brand blocking secara horizontal yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus dapat terlihat dari depan. Adapun kelemahan penempatan barang dagangan secara horizontal adalah sebagai berikut ;
1) Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
2) Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual.
3) Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas.
4) Memberikan kesan yang tidak beraturan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Waspada! Posisi Supermarket Terancam Minimarket | Konsultan Bisnis Manajemen

KONSULTAN BABY SHOP MAHIR, +62 813 – 9864 – 6177, Waspada! Posisi Supermarket Terancam Minimarket Konsultan, Konsultan Ritel, Manajeme...